This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 27 Oktober 2013
Kisah kesedihan bukan, kebahagiaan
Harapan untuk Esok
Pukul 00:23 WIB hari Minggu 27 Oktober 2013.
Aku sendirian ditengah ketenangan malam. Sendiri tanpa teman(manusia), hanya ditemani nyanyian klasik yang terdengar di hadapan samping kanan.
Sebenarnya aku sangat letih sekali saat ini, namun aku masih ingin menikmati gelapnya malam sambil memikirkan apa yang terjadi di hari esok.
Semuannya ingin kupersiapkan malam ini juga, namun aku tak yakin aku bisa melakukannya.
Aku rindu masa satu tahun lalu saat aku sudah tak sendiri merajut mimpi dalam kehangatan masa itu.
Aku ingin melakukan yang terbaik seperti kala itu.
Bukan, akan lebih baik dari masa-masa itu.
Namun hingga kini aku masih bimbang dengan tahap-tahap yang aku punya.
Aku belum siap bukan aku pasti akan siap.
Aku akan berusaha dan menjadi yang terbaik, jika ini harus berakhir aku tatap berharap ini akhir yang terbaik.
Bukan, ini bukan yang terakhir bahan aku belum memulanya untuk masuk ke duniannya.
Dia harus pergi, pergi menjauh darinya.
Karena hanya akulah yang terbaik bukan dia.
Aku harap esoknya melepas kepergian dia.
Sesuatu berfikir dalam denyutan nadi, aku sudah tak sabar menanti kebahagian ini sampai hari esok perjalan akan di mulai.
Sesuatu telah terjadi di hari esok.
Kamis, 27 Juni 2013
Puisi
ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN
Karya : Remy Soetansyah
Hari ini ku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...
Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...
Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka...
Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...
Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri...
Ya Allah...
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Utk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pd mereka...
Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...
Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Utk berbakti kpd Ayah & Ibu tercinta...
Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,
Beri juga ya Allah aku waktu utk berkumpul dgn keluargaku,
Menyenangkan saudara²ku..
Utk sungguh² beramal soleh.
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...
Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...
Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Utk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Mashar...
Karya : Remy Soetansyah
Hari ini ku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...
Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...
Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka...
Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...
Tetapi aku tetap sendiri,
Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri...
Ya Allah...
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Utk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pd mereka...
Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...
Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Utk berbakti kpd Ayah & Ibu tercinta...
Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,
Beri juga ya Allah aku waktu utk berkumpul dgn keluargaku,
Menyenangkan saudara²ku..
Utk sungguh² beramal soleh.
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...
Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...
Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Utk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Mashar...











.jpg)

